Minggu, 18 Agustus 2013

ZAMAN BATU SATU KEBOHONGAN SEJARAH



HARUN YAHYA
Semua terjemahan Al-Quran dalam bahasa Melayu
dikutip dari situs Al-Islam.com
Singkatan yang digunakan:
as: 'Alaihi Salam
saw: Sallallahu 'Alaihi Wasallam
SM: Sebelum Masehi
www.harunyahya.com www.harunyahya.net
di sadur oleh : Agel pepageka

 PRAKATA

Tahukah Anda bahwa 700.000 tahun lalu, manusia menjelajahi lautan dengan bangunan kapal yang bagus?
Atau pernahkah anda mendengar manusia yang digelar sebagai 'orang gua primitif' memiliki keterampilan artistik dan pemahaman sebagaimana yang dipunyai oleh artis modern?
Apakah Anda tahu bahwa Neanderthal yang hidup sejak 80.000 tahun dulu dan digambarkan oleh evolusionis sebagai 'manusia kera', juga mampu membuat alat musik, memperoleh kenyamanan dari pakaian dan aksesoris, dan berjalan di atas pasir panas beralaskan sandal?
Dalam segala kemungkinan Anda mungkin tidak pernah mendengar fakta-fakta tersebut. Sebaliknya, Anda telah diberi interpretasi salah bahwa manusia tersebut adalah setengah manusia dan setengah kera, tidak mempu berdiri lurus, kurang keterampilan untuk berkomunikasi dan hanya mengeluarkan suara dengusan yang aneh. Ini karena dalam waktu lebih dari 150 tahun, kebanyakan orang seperti Anda telah dihujani oleh keseluruhan penipuan ini.
Tujuannya adalah untuk melanjutkan perjuangan filsafat materialis yang menolak keberadaan Allah SWT. Menurut perspektif yang menyimpang ini, alam semesta dan materi adalah abadi. Dengan kata lain, ia tidak awal, dan juga tidak ada Pencipta. Dasar yang disebut ilmiah untuk takhayul ini adalah teori evolusi.
Karena mereka mengklaim bahwa alam semesta tidak Pencipta, evolusionis harus memberi penjelasan tentang bagaimana kehidupan dan sejumlah spesies lain ada di bumi ini. Untuk tujuan itu, mereka menggunakan teori evolusi. Berdasarkan teori ini, semua kejadian dan kehidupan di alam semesta terjadi secara kebetulan. Sebagian benda tidak bernyawa di zaman purbakala terbentuk secara tidak sengaja lalu membentuk sel hidup pertama. Kemudian organisme terwujud hasil dari ketidaksengajaan selama jutaan tahun ini. Dan akhirnya manusia ada sebagai tahap terakhir rantai evolusi.
Sejarah awal manusia - yang dianggap hasil dari kebetulan selama jutaan tahun, dan masing-masing lebih mungkin dari perubahan terakhir, telah diselewengkan untuk mendukung skenario terbalik ini. Evolusionis, yang memang tidak adanya bukti-bukti kuat, mengklaim bahwa asal sejarah manusia adalah seperti berikut: Memulai seperti bentuk kehidupan lain, bertahan dari organisme purba sampai kepada manusia yang terpercaya perkembangan paling maju dibandingkan yang lain. Jadi, sejarah manusia seharusnya berkembang dari masyarakat primitif ke masyarakat kota yang modern. Faktanya, anggapan ini sama sekali tidak memiliki bukti. Ia juga menggambarkan sejarah manusia seperti yang diklaim oleh filsafat materialis dan teori evolusi.
Para ilmuwan evolusionis - dalam upaya mereka untuk mendukung proses evolusi yang dianggap mulai dari sel tunggal kepada organisme multi sel, kemudian dari kera ke manusia - bukan saja telah 'menulis' kembali asal-usul manusia, bahkan juga 'menciptakan' era khayalan seperti 'Zaman Orang Batu 'dan' Zaman Batu 'untuk menjelaskan cara hidup' Orang Primitif '. Evolusionis, yang percaya pada kebohongan bahwa manusia dan kera berasal dari moyang yang sama, telah memulai usaha dalam penelitian baru demi membuktikan dakwaannya. Untuk itu, mereka meneliti setiap batu, atau mata panah, atau mangkuk yang ditemukan selama penggalian arkeologi. Namun, gambaran 'manusia kera' duduk di dalam gua yang gelap sambil berpakaian berbulu serta tidak mampu berbicara dengan baik, semuanya adalah rekaan semata-mata. Orang primitif tidak pernah ada, begitu juga dengan Zaman Batu. Semuanya adalah kebohongan evolusionis dengan sebagian bantuan media.
Klaim evolusionis telah diruntuhkan sepenuhnya oleh perkembangan terbaru dalam bidang sains - terutama dalam ilmu biologi, paleontologi, mikrobiologi, dan genetik. Pendapat bahwa masing-masing spesies berubah menjadi 'versi terbaru', telah dibuktikan salah.
Manusia juga tidak berkembang dari makhluk kera. Manusia memang adalah manusia sejak keberadaan mereka lagi, dan memiliki peradaban canggih sehingga ke hari ini. Maka, 'evolusi sejarah' juga tidak pernah terjadi.
Buku ini mengungkapkan bukti-bukti ilmiah bahwa 'evolusi sejarah manusia' hanyalah kebohongan semata-mata, dan kami akan menunjukkan bagaimana fakta penciptaan telah didukung oleh penemuan ilmiah terakhir. Manusia ada di dunia ini bukan melalui evolusi, tetapi dengan penciptaan sempurna Allah yang Maha Kuasa dan Maha Mengetahui.

 PENGENALAN
Seperti yang telah dilakukan dalam evolusi manusia, perspektif sejarah evolusionis juga mempelajari sejarah manusia dengan membaginya ke beberapa jangka waktu. Konsep desain seperti Zaman Batu, Zaman Perunggu dan Zaman Besi merupakan bagian penting kronologi evolusionis. Karena gambar khayalan ini muncul di sekolah, koran dan televisi, kebanyakan orang menerima desain ini tanpa soal dan membayangkan manusia dulu kala hidup dengan hanya menggunakan peralatan batu kuno dan ketiadaan teknologi.
Tapi gambaran nyata muncul saat penemuan arkeologi dan fakta-fakta ilmiah dikaji. Efek dan tinggalan yang ada sampai sekarang - peralatan, jarum, pecahan seruling, dekorasi dan hiasan pribadi - menunjukkan dari segi budaya dan sosial bahwa manusia memang telah menjalani kehidupan beradab sepanjang sejarah.


There Never Was A Stone Age
Pada periode ini seharusnya dijelaskan oleh evolusionis sebagai zaman batu, orang menyembah, mendengarkan pesan dikhotbahkan oleh utusan dikirim kepada mereka, bangunan yang dibangun, makanan yang dimasak di dapur mereka, mengobrol dengan keluarga mereka, mengunjungi tetangga mereka, telah penjahit menjahit pakaian untuk mereka, dirawat oleh dokter, mengambil minat dalam musik, melukis, membuat patung dan, singkatnya, menjalani kehidupan normal. Sebagai temuan arkeologi menunjukkan, ada
telah terjadi perubahan dalam teknologi dan akumulasi pengetahuan selama sejarah, tetapi manusia selalu hidup sebagai manusia.

Ini Neolitik kalung Akhir batu dan kerang tidak hanya menyatakan kesenian dan selera masyarakat saat itu, tetapi juga bahwa mereka memiliki teknologi yang diperlukan untuk menghasilkan benda-benda dekoratif seperti itu








Panci, sebuah model meja, dan sendok kencan di perkirakan antara 7.000 dan 11.000 SM memberikan informasi penting tentang standar hidup masyarakat saat itu. Menurut evolusionis, orang usia yang baru saja mengadopsi gaya hidup menetap dan hanya menjadi beradab.
Namun bahan-bahan ini menunjukkan bahwa tidak ada yangkurang dari budaya orang-orang ini, dan bahwa mereka menjalani kehidupan sepenuhnya beradab. Sama seperti kita lakukan hari ini, mereka duduk di meja, makan menggunakan piring, pisau, sendok dan garpu, tuan rumah tamu mereka, menawarkan mereka minuman-dan singkatnya, hidup teratur hidup. Ketika temuan diperiksa secara keseluruhan, kita melihat bahwa dengan pemahaman artistik mereka, pengetahuan medis, sarana teknis dan kehidupan sehari-hari, orang Neolitik menjalani kehidupan sepenuhnya manusia seperti orang-orang sebelum dan sesudahmereka.

Beads 12.000-Year-Old
Menurut arkeolog, batu-batu ini, di perkirakan sekitar 10.000 SM, yang digunakan sebagai manik-manik. Lubang sempurna biasa dalam batu keras tersebut sangat penting, karena alat-alat yang terbuat dari baja atau besi harus telah digunakan untuk bor mereka








A 12,000-Year-Old Button
Kiri: Tombol-tombol ini tulang, digunakan sekitar 10.000 SM, menunjukkan bahwa orang-orang waktu memiliki pakaian dengan pengencang. Sebuah masyarakat yang menggunakan tombol juga harus akrab dengan menjahit, kain membuat, dan tenun.

Seruling,rata-rata berusia 95.000 tahun. Orang-orang yang hidup puluhan ribu tahun yang lalu memiliki rasa untuk budaya musik.


 



 A 12,000-Year-Old Copper Awl

Ini tembaga penusuk, keberadaannya sekitar 10.000 SM, adalah bukti bahwa logam yang ditambang, dan dibentuk dalam periode yang bersangkutan. Tembaga bijih, biasanya ditemukan dalam bentuk kristal atau bubuk, muncul dalam bentuk jahitan tua, batu keras. Setiap masyarakat yang membuat penusuk tembaga harus diakui terbentuk dari bijih tembaga, mereka mengeluarkannya dari dalam batu dan memiliki sarana teknologi yang dapat digunakan untuk bekerja.


9 to 10,000-Year-Old Needles And Awl
Jarum ini dan penusuk, sekitar 7.000 sampai 8.000 SM, memberikan bukti penting dari kehidupan budaya masyarakat saat itu. Orang-orang yang menggunakan awls dan jarum jelas menjalani kehidupan manusia sepenuhnya, dan bukan eksistensi kebinatangan, sebagai evolusionis.


Ribuan tahun lalu, manusia tinggal di rumah, terlibat dengan pertanian, bertukar barang, memproduksi tekstil, makan, mengunjungi kenalan, meminati musik, membuat lukisan, merawat orang sakit, melakukan penyembahan - singkatnya, mereka menjalani kehidupan normal seperti hari ini. Orang yang memperhatikan ajaran nabi-nabi utusan Allah telah mengimani-Nya, Tuhan yang Satu, sementara golongan yang lain menyembah berhala. Orang beriman melekat pada nilai moral seperti yang dikehendaki oleh Allah, sementara pihak lain terlibat dengan berbagai praktek takhayul dan ritual menyimpang. Sepanjang sejarah, seperti hari ini, ada orang yang percaya dengan keberadaan Allah, dan juga kaum penyembah berhala dan ateis.Dari dulu sampai sekarang, tentunya ada di antara manusia yang hidup serba singkat dan dalam kondisi primitif, dan ada juga masyarakat yang hidup lebih maju. Tapi ini sama sekali tidak membuktikan evolusi sejarah, karena sementara satu bagian dunia meluncurkan kapal ke angkasa, masyarakat di satu bagian lagi masih tidak dilengkapi dengan fasilitas listrik. Namun, ini tidak berarti bahwa mereka yang membangun kapal angkasa adalah lebih maju secara mental atau fisik - dan berkembang jauh dan lebih berbudaya - tidak juga berarti golongan yang satu lagi hampir kepada manusia kera khayalan. Semua ini sekedar menunjukkan perbedaan dalam budaya dan peradaban.

EVOLUSIONIS TIDAK BISA MEMBUKTIKAN PENEMUAN ARKEOLOGI

Jika kemudahan mempelajari sejarah manusia seperti yang dinyatakan evolusionis, Anda akan menemukan paparan rinci tentang bagaimana nenek moyang manusia yang disebut primitif menjalani kehidupan seharian mereka. Siapa saja yang tertarik dengan cara kompeten dan percaya diri ini tanpa ilmu pada topik tersebut, juga akan menganggap semua 'desain ulang yang serba artistik' ini adalah berdasarkan bukti ilmiah. Para ilmuwan evolusionis hadir dengan deskripsi rinci sepertinya mereka telah ada sejak ribuan tahun lalu dan berpeluang untuk melakukan pengamatan. Mereka mengatakan bahwa nenek moyang kita - yang kini telah belajar untuk berdiri di atas dua kaki dan tidak tahu menggunakan tangan - mulai membuat peralatan dari batu, dan untuk sekian lamanya mereka tidak menggunakan selain dari peralatan yang terbuat dari batu dan kayu. Hanya kemudian mereka mulai menggunakan besi, tembaga dan kuningan. Tapi klaim ini lebih berbasis salah penafsiran dalam penemuan yang sejalan dengan pra-asumsi evolusionis, bukan fakta ilmiah.




Alat ini, terbuat dari obsidian-gelap, kaca-seperti batu-di perkirakan sekitar 10.000 SM. Tidak mungkin untuk membentuk obsidian di bentuk dengan menggunakan batu.





Salah satu bukti bahwa primitif yang berpikiran manusia kera pernah ada adalah seruling ini 40.000 tahun. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa seruling seperti ini, didasarkan pada masa kini tujuh catatan skala Barat, digunakan puluhan ribu tahun yang lalu






Seorang Ahli Arkeologi, Paul Bahn dalam bukunya berjudul Arkeologi: Sebuah Pengantar Sangat Singkat menjelaskan bahawa evolusi manusia adalah Cerita dongeng semata-mata,Beliau menegas bahawa perkataan 'dongeng' digunakan Dalam, makna positif, tetapi hakikatnya itulah Yang sebenarnya. Beliau kemudian mengajak pembacanya untuk memikirkan tentang ciri-ciri evolusi manusia tradisional.Kasus: memasak Dan api unggun, gua Yang Gelap, Upacara, Pembuatan Alatan, penuaan, Perjuangan Dan kematian. Beliau ternyata merasa ragu,?berapa BANYAK dari asumsi Suami Yang berdasarkan pada telulang Dan sisa nyata, dan seberapa banyak berlandaskan kriteria sastra? Bahn menolak untuk menjawab secara terbuka persoalan yang diutarakannya: yaitu, evolusi manusia lebih berlandaskan pada kriteria sastra dibandingkan ilmiah.Faktanya, masih ada banyak pertanyaan yang belum terungkap dan ketidaksesuaian dalam penjelasan tersebut, dan sulit untuk terdeteksi oleh mereka yang memiliki dogma evolusionis. Misalnya, mereka merujuk pada Zaman Batu, tetapi gagal untuk menjelaskan bagaimana alat dan tinggalannya dibentuk dan diukir. Meskipun bersikeras bahwa dinosaurus mulai bersayap dan terbang dalam usaha untuk menangkap lalat, tetapi mereka juga tidak mampu menjelaskan bagaimana serangga bersayap mampu untuk terbang. Mereka cenderung untuk melupakan semua persoalan, dan ingin orang lain mengikuti jejak mereka.Namun begitu, membentuk dan mengukir batuan bukanlah tugas yang mudah. Adalah mustahil untuk membuat peralatan batu yang tajam dan sempurna, seperti yang ada di zaman sekarang, dengan menggeserkan batu dengan batu. Membentuk batu kasar seperti granit, basalt dan dolerit tanpa memecahkannya hanya dapat dilakukan dengan menggunakan kikir besi, mesin bubut dan ketam. Begitu juga dengan gelang, anting-anting dan kalung yang berusia puluhan ribu tahun yang tidak mungkin dapat diproduksi dengan alat batuan. Lubang-lubang halus pada objek tersebut tidak dapat dibuat dengan menggunakan batu. Hiasan juga tidak dapat dibentuk dengan mengorek atau mengikisnya dengan batu. Kesempurnaan pada objek-objek yang dipertanyakan menunjukkan bahwa logam padat pasti telah digunakan.
 



Sendok menunjukkan bahwa orang-orang waktu memiliki meja sopan santun. Ini adalah bukti lebih lanjut bahwa mereka tidak menjalani kehidupan primitif, seperti yang dinyatakan evolusionis.






Banyak arkeolog dan ilmuwan telah membuat eksperimen untuk melihatkan apakah artefak kuno dapat dihasilkan seperti yang dibayangkan oleh evolusionis. Profesor Klaus Schmidt, misalnya, telah melakukan eksperimen terhadap ukiran pada blok batuan di Göbekli Tepe, Turki, yang diperkirakan berusia 11.000 tahun. Dia memberi alat batu kepada beberapa karyawan, jenis sama yang telah digunakan pada waktu dulu anggapan evolusionis, dan menyuruh mereka membuat ukiran sama pada jenis batuan yang sama. Setelah berusaha dua jam tanpa henti, apa yang mereka temukan hanyalah kebuntuhan.

 The "Polished Stone" Deception

Yang menonjol batu Masih ADA hingga Hari Ini Dalam, Bahan Arkeologi. Untuk dapat memberikan batu bentuk, seperti rinci Dan teratur, Alat baja KUAT umumnya Perlu digunakan. Seseorang tidak dapat membuat bentuk Halus Dan desain Artikel Baru dimakankan FUNDS Unggas atau menggosok Satu batu Bersama-sama Artikel Baru Yang berbaring. Infrastruktur Teknis Ulasan Sangat Penting untuk secara akurat memotong batu keras seperti granit Dan membuat Pola FUNDS permukaannya.

BANYAK Alat batu Tetap tajam Dan Cerah, mencerminkan Bahasa Dari akurat memotong Dan membentuk. Cara ilmuwan evolusionis menggambarkan era mereka Datang Bahasa Dari sebagai "Polished Zaman Batu" sama Sekali Tak Ilmiah. Mustahil * Bagi kuku untuk dipertahankan selama ribuan years. Batu-batu nihil BERSINAR KARENA mereka akurat dipotong, Bukan KARENA, seperti Yang diklaim, mereka dipol. Kecerahan inisial berasal Bahasa Dari Dalam, batu ITU SENDIRI.

 





Ilustrasi menunjukkan alat buatan tangan dari obsidian dan tulang, kait dan berbagai benda yang terbuat dari batu. Jelas, kita tidak dapat memperoleh bentuk reguler tersebut dengan bahan baku menonjol dengan batu. Pukulan mentah hanya akan mematahkan tulang dan mencegah bentuk yang diinginkan dari mengambil formulir. Dengan cara yang sama, jelas bahwa garis-garis tajam dan lancip tidak dapat mungkin, bahkan dengan alat-alat dari batu yang sangat sulit, seperti granit dan basalt. Batu-batu ini dipotong secara teratur, seperti mengiris buah. Kecerahan mereka tidak berasal dari mereka yang dipoles, sebagai evolusionis, tetapi dari pembentukan itu sendiri. Mereka yang membuat item ini harus memiliki perangkat dari besi atau baja untuk membiarkan mereka membentuk materi ini dengan cara yang mereka inginkan. Lempengan batu keras dapat dipotong sehingga akurat hanya dengan menggunakan bahan lebih keras, seperti baja.







Dari gelang pada gambar di atas, satu di sebelah kiri terbuat dari marmer, dan yang benar dari basal. Di perkirakan antara 8.500 dan 9.000 SM. Evolusionis menyatakan bahwa dalam periode itu, hanya alat-alat terbuat dari batu yang digunakan. Tapi basal dan marmer adalah zat yang sangat keras. Dalam rangka bagi mereka untuk berbalik dan bulat link, pisau baja dan peralatan harus digunakan. Tidak mungkin bagi mereka telah dipotong dan dibentuk tanpa menggunakan alat baja. Jika Anda memberikan orang sepotong batu dan memintanya untuk menggunakannya untuk mengubah sepotong basalt menjadi gelang seperti itu dalam gambar, apa tingkat keberhasilan yang akan mereka miliki? Menggosok satu batu terhadap yang lain atau memukul mereka terhadap satu sama lain tidak bisa, tentu saja, menghasilkan gelang. Selain itu, artefak ini menunjukkan bahwa orang-orang yang membuat mereka adalah orang-orang beradab dengan selera estetika dan pemahaman keindahan.

Anda juga dapat melakukan tes yang sama di rumah. Dapatkan sepotong batu keras seperti granit dan mencoba memperbaikinya lembing seperti yang telah digunakan oleh mereka yang hidup 100.000 tahun sebelumnya. Tetapi Anda tidak diizinkan untuk menggunakan selain dari sepotong granit tersebut dan juga batu. Sejauh mana Anda rasa dapat melakukannya? Mampukah Anda menghasilkannya dengan ujung runcing, simetris, kehalusan dan gilapan yang sama seperti yang ada dalam sejarah? Mari kita bergerak lebih jauh; dapatkan sepotong granit berukuran satu meter persegi, kemudian mencoba ukirkan gambar seekor hewan untuk menunjukkan kedalaman ukiran pada permukaan granit. Bagaimana keputusan yang mungkin Anda akan peroleh dengan mengasah batu pada sepotong batu padat? Jelas bahwa tanpa adanya alat besi dan baja, Anda tidak akan mampu membuat bahkan sebentuk lembing, apalagi ukiran batu yang menarik
.
Pemotongan dan kerajinan batuan adalah bidang yang membutuhkan keterampilan tersendiri. Teknologi yang diperlukan adalah penting untuk membuat kikir besi, mesin bubut dan peralatan lainnya. Ini menunjukkan bahwa alat tersebut memang telah digunakan pada masa tersebut dan teknologi 'primitif' juga berkembang. Dengan kata lain, pernyataan evolusionis bahwa cuma peralatan batu yang diketahui dan tidak adanya teknologi hanyalah sekadar mitos. Zaman Batu tidak pernah ada.

Namun, adalah wajar bahwa peralatan baja dan besi yang digunakan untuk memotong dan membentuk batuan tidak kekal sehingga ke hari ini. Dalam lingkungan yang secara alami lembab dan asam, semua perkakas logam akan melalui oksidasi dan akhirnya lenyap. Apa yang tinggal hanyalah pecahan dan serpihan batuan hasil kerja mereka yang mengambil waktu lebih lama untuk lenyap. Tapi untuk mempelajari fragmen tersebut dan mengatakan bahwa masyarakat dahulu kala cuma menggunakan batu bukanlah rumusan ilmiah.


 Untuk ini batu 550.000 tahun tangan kapak telah dipotong dan dibentuk sangat akurat alat-alat lain yang terbuat dari logam lebih keras seperti besi atau baja harus telah dipekerjakan.








Batu ini adalah ukiran 11.000 tahun lalu, menurut evolusionis, hanya mentah, alat-alat batu yang digunakan. Namun, pekerjaan tersebut tidak dapat diproduksi dengan menggosok satu batu terhadap yang lain. Para evolusionis tidak dapat memberikan rasional, penjelasan logis dari relief tersebut terbentuk sehingga akurat. Manusia cerdas menggunakan alat dari besi atau baja harus telah menghasilkan ini dan karya-karya serupa lainnya.







Kini, banyak evolusionis akur bahwa penemuan arkeologi tersebut langsung tidak mendukung Darwinisme. Seorang arkeolog evolusionis, Richard Leakey, mengakui bahwa pernyataan terhadap penemuan-penemuan itu adalah mustahil dari perspektif teori evolusi, terutama peralatan batu:

Faktanya, bukti kuat tentang kelemahan hipotesis pengikut Darwin dapat ditemukan dalam catatan arkeologi. Jika mereka benar, maka kita berharap untuk melihat keberadaan serentak bukti dalam catatan arkeologi dan fosil makhluk hidup berkaki dua, teknologi dan pembesaran ukuran otak. Tetapi tidak kita. Hanya satu aspek catatan pra-sejarah sudah cukup untuk membuktikan bahwa hipotesis itu tidak benar: catatan hardware batuan.1

  1. 1 Batu inlays dating kembali ke sekitar 10.000 SM
    2 alu dating kembali ke 11.000 SM
    3 Sebuah alat obsidian dating kembali ke 10.000 SM
    4 objek Batu dating kembali ke 11.000 SM
    5 Batu dating kembali ke antara 9.000 dan 10.000 SM, dengan jejak perunggu tatahan
    6 A tatahan batu socketed menyerupai paku, dating kembali ke sekitar 10.000 SM
    7 Sebuah palu dating kembali ke 10.000 SM



 Alat-alat batu tanggal kembali ke rata-rata antara 10.000 dan 11.000 SM. Bayangkan bahwa Anda ingin membuat salah satu objek di sini dengan menekan atau menggosok satu batu dengan yang lain, dengan cara evolusionis dilakukan pada saat itu. Cobalah untuk membuat lubang rutin seperti pada gambar 4. Tidak peduli berapa kali Anda menyerang sepotong batu di tangan Anda, Anda tidak akan pernah mampu membuat seperti lubang yang sempurna. Untuk melakukannya, Anda akan perlu menggunakan bor yang terbuat dari beberapa zat keras seperti baja.

KRONOLOGI KHAYALAN  EVOLUSIONIS

Dalam, pengkelasan sejarah, evolusionis secara dogmatik mentafsir obyek-obyekYang ditemui berlandaskan Teori mereka SENDIRI. Berdasarkan dakwan mereka terhadap kebanyakan ketamadunan purba, Logam Masih belum ditemui sewaktu Zaman perunggu, Dan besi hanya mula digunakan kemudiannya.

 Potongan-potongan tembaga,antara 8.000 dan 10.000 SM, diyakini telah digunakan sebagai manik-manik. Orang-orang waktu yang dimiliki teknis tahu-bagaimana menemukan bijih tembaga dan kemudian bekerja.

Namun, telah disebutkan tadi bahwa besi, baja dan logam lain teroksidasi dan membusuk lebih cepat dibandingkan batu. Beberapa logam seperti perunggu memiliki daya tahan terhadap oksidasi dan tetap lebih lama dibandingkan yang lain. Maka, memang wajar jika benda perunggu yang ditemukan adalah lebih tua dari objek-objek yang terbuat dari besi.
Selanjutnya, adalah tidak logis untuk mengatakan bahwa masyarakat yang mampu menghasilkan perunggu tidak perasan akan keberadaan besi, dan masyarakat yang memiliki keterampilan teknis dalam produksi perunggu tidak menggunakan logam-logam lain.

PIECES MILLIONS OF YEARS OLD THAT EVOLUTIONISTS CANNOT ACCOUNT FOR

Menurut teori evolusi, makhluk hidup berkembang melalui tahap-tahap tertentu, dari bakteri ke manusia, yang berlangsung di imajiner urutan jutaan abadi tahun. Dalam skenario ini, Manusia adalah makhluk hidup berevolusi lalu dan telah menyelesaikan perkembangannya dalam 20.000 tahun terakhir. Namun temuan-temuan ilmiah dan catatan fosil memberikan tidak satu bagian dari bukti bahwa perkembangan seperti yang pernah terjadi. Bahkan, mereka menunjukkan bahwa seperti tidak mungkin.

Temuan lainnya termasuk alat dan benda-benda dekoratif, pernah digunakan oleh manusia, sejak jutaan tahun. Darwinis cukup mampu untuk menempatkan di pohon evolusi khayalan mereka setiap manusia yang hidup 50 atau bahkan 500 juta tahun yang lalu-saat ketika mereka mempertahankan bahwa tidak ada makhluk hidup di Bumi selain trilobita. Ini tentu saja tidak mungkin bagi mereka untuk melakukannya! Tuhan membawa manusia menjadi ada dengan perintah sederhana "Jadilah!" dengan cara yang sama bahwa Dia melakukan semua makhluk hidup lainnya. Oleh karena itu, kita hanya sebagai kemungkinan untuk membuat penemuan mengenai sisa-sisa orang-orang yang hidup 500 juta tahun yang lalu sebagai orang-orang yang hidup 100 tahun yang lalu. Allah, yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan, pasti bisa membawa ke dalam keberadaan makhluk hidup yang Dia kehendaki, pada periode apapun dalam sejarah Dia kehendaki. Ini tentu saja merupakan hal yang mudah bagi Allah, dengan kekuasaan tak terbatas dan kekuasaan. Tapi Darwinis gagal untuk memahami kebenaran ini, itulah sebabnya mereka tidak memiliki penjelasan untuk menawarkan untuk semua bukti Penciptaan. Mereka tidak memiliki solusi lain selain mengulang skenario yang telah dirusak oleh fakta-fakta ilmiah. Tapi dari hari ke hari, bukti dari penggalian yang dilakukan lebih menghancurkan dogma evolusi.

Logam lingkup hanyalah salah satu dari beberapa ratus dalam strata satu di Afrika Selatan yang diperkirakan sekitar jutaan tahun. Alur berbentuk hati-hati bahwa mereka mengandung tidak bisa menjadi akibat dari fenomena alam. Temuan ini menunjukkan bahwa logam telah digunakan sejak zaman dahulu, dan bahwa selama jutaan tahun, manusia telah memiliki teknologi untuk membuat alur yang baik dalam logam.


 Pada tahun 1912, dua karyawan Pabrik Listrik Kota di Thomas, Oklahoma mengumumkan penemuan mengejutkan karena mereka memuat batubara. Mereka tiba di sebuah potongan padat batu bara yang terlalu besar untuk digunakan, sehingga salah satu karyawan melerai. Ketika ia melakukannya, ia menemukan sebuah panci besi di dalamnya. Ketika itu dihapus, garis atau cetakan pot bisa dilihat dalam sepotong batu bara. Setelah memeriksa batubara, banyak ahli menyatakan bahwa pot harus berusia antara 300 dan 325 juta tahun. Temuan ini tidak dapat dijelaskan oleh evolusionis, yang berpendapat bahwa penggunaan besi dimulai pada sekitar 1.200 SM.

 The 5 Juni 1852 majalah Scientific American memuat laporan mengenai penemuan sisa-sisa kapal logam berusia sekitar 100.000 tahun. Kapal ini berbentuk lonceng mirip seng dalam warna, atau komposisi logam, dengan sebagian besar dari perak. Pada permukaannya ada tokoh halus bekerja dari karangan bunga atau bunga, dan tanaman merambat atau karangan bunga. Para evolusionis, yang mengklaim bahwa logam tidak digunakan dalam periode yang sangat awal, mungkin tidak bisa menjelaskan penemuan ini. Jelas, orang-orang yang menciptakan artefak ini memiliki kebudayaan yang maju mampu memproduksi senyawa logam dan logam.








Perunggu dihasilkan dengan mencampurkan timah, arsen dan antimon, serta sedikit seng dan tembaga. Mereka yang membuat perunggu harus memiliki pengalaman kerja terkait unsur-unsur kimia seperti tembaga, timah, arsen, zink dan antimon, tahu tingkat suhu untuk melelehkannya, dan memiliki tungku untuk mencair dan menggabungkan mereka. Tanpa pengetahuan tersebut, adalah sangat sulit untuk menghasilkan campuran logam yang sukses.

Bijih tembaga tersedia dari batu keras dan usang dalam bentuk kristal (juga dikenal sebagai 'tembaga asli'). Masyarakat yang menggunakan tembaga terlebih dahulu harus memiliki tingkat pengetahuan untuk mengidentifikasi serbuk tembaga dari batuan padat. Kemudian, saya perlu dibangun untuk mengekstrak, mengasing, dan membawa tembaga ke permukaan. Jelaslah bahwa tugas-tugas tersebut tidak dapat dilakukan dengan peralatan batu dan kayu.

Untuk melelehkannya, bijih tembaga harus ditempatkan di atas api dengan suhu 1,084.5 ° C (1,984 ° F). Pompa angin juga diperlukan untuk memasok aliran udara yang berkelanjutan kepada api. Masyarakat yang bekerja dengan tembaga juga harus membangun tungku yang dapat menghasilkan suhu tinggi dan juga peralatan seperti panci pelebur logam dan sumpit.

Ini adalah ringkasan berkaitan dengan fasilitas teknis yang diperlukan untuk bekerja dengan tembaga - logam yang memang terlalu lembut untuk bertahan lama terhadap sisi yang tajam. Penghasilan perunggu yang lebih keras dengan menambahkan timah, seng dan elemen lainnya kepada tembaga merupakan proses yang lebih canggih karena setiap logam membutuhkan proses berbeda. Semua fakta ini menunjukkan bahwa masyarakat yang terlibat dengan pertambangan, produksi logam campuran dan pekerjaan logam harus memiliki pengetahuan rinci. Adalah tidak logis dan konsisten untuk mengklaim bahwa masyarakat dengan pengetahuan komprehensif seperti ini tidak pernah menemukan besi.









The ulekan digambarkan di sini ditemukan pada tahun 1877 di sebuah sungai kuno di bawah Table Mountain. Dasar sungai setidaknya berusia 33 juta tahun, membuktikan bahwa manusia selalu hidup kehidupan manusia.

Sepatu ini satu-satunya fosil ditemukan pada batu 213-juta-tahun. Jutaan tahun yang lalu, orang-orang memakai sepatu, dan tak diragukan lagi memiliki pakaian, dan menikmati budaya kuliner dan hubungan sosial yang kaya. Satu-satunya dikenal foto fosil ini diterbitkan di koran New York pada tahun 1922. Penemuan seperti ini, yang membantah klaim evolusi sejarah manusia, baik disembunyikan atau diabaikan oleh para evolusionis.

Sebuah bentuk yang menyerupai wajah manusia telah terukir pada sepotong 3-juta-tahun batu api. Ini sangat sulit untuk membuat lubang rutin seperti di batu, dan alat-alat logam khusus yang diperlukan untuk tujuan tersebut. Tidak mungkin untuk ini telah dilakukan di bawah kondisi yang sangat primitif, dari jenis evolusionis menyarankan.

Sebaliknya, pernyataan evolusionis bahwa logam belum ditemukan dan tidak diaplikasikan oleh masyarakat purbakala dibuktikan tidak benar oleh penemuan arkeologi. Bukti-bukti penemuan seperti sisa kendaraan air yang terbuat dari logam berusia 100.000 tahun, bola logam berusia 2,8 miliar tahun, sebuah panci besi yang diperkirakan berusia 300 juta tahun, fragmen tekstil pada tanah liat berusia 27.000 tahun, dan efek logam seperti magnesium dan platinum yang berhasil dicairkan di Eropa ratusan tahun sebelumnya, tinggalannya berusia ribuan tahun.

Sisa-sisa yang berserakan ini telah menghancurkan sepenuhnya klasifikasi Zaman Batu Kasar, Zaman Batu Gosok, Zaman Perunggu dan Zaman Besi. Tetapi, meskipun kebanyakan besar penemuan ini telah tercetak dalam banyak publikasi ilmiah, itu masih diabaikan oleh ilmuwan evolusionis atau mungkin juga disembunyikan di bawah museum. Cerita hayalan evolusionis telah dipersembahkan sebagai sejarah manusia, bukan fakta sebenarnya.

Bersambung .....











Sabtu, 17 Agustus 2013

TELAGA TENGGELAM


Ilustrasi
TELAGA Tenggelam merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Piru Seram Bagian Barat, kurang lebih 14 km dari ibu kota kecamatan. Negeri ini dulunya bernama negeri Telaga. Konon negeri ini sangat indah karena di depan negeri ini terbentang lautan yang luas dan indah.

Dinamakan Telaga Tenggelam karena ada kaitannya dengan suatu peristiwa yang terjadi di waktu dahulu yang mengakibatkan kampong atau desa ini bernama Telaga Tenggelam. Ceriteranya demikian;

Ada seorang gadis cantik yang sangat elok dan cantik parasnya. Gadis ini sangat terkenal karena kecantikannya. Ia adalah anak dari seorang haji yang terkenal dan disegani di Kampung Telaga. Setiap pria yang melihatnya pasti simpati terhadapnya bahkan ada yang ingin menjual semua harta bendanya asalkan ia dapat menikah dengan gadis tersebut. Tapi karena ia sudah berjanji pada ayahnya untuk tidak berhubungan dengan siapapun kecuali direstui oleh ayahnya, maka ia pun teguh memegang janji tersebut.

Ia tidak berhubungan dengan seorang pemuda pun. Namun ia hanya bisa berdoa semoga Allah SAW dapat memberinya seorang jodoh yang direstui ayahnya.

Hari berganti hari, tahun berganti tahun namun gadis tersebut belum juga mendapat seorang jodoh. Suatu hari tepatnya di malam Jumat kliwon, dimana diadakan acara doa khusus yang melibatkan semua orang termasuk ayahnya, gadis ini duduk seorang diri di tepi pantai di atas batang pohon kelapa sambil merenung nasibnya yang malang. Dimana usianya yang telah dewasa namun belum juga menemukan jodoh.

Angin bertiup membawa ia dalam lamunannya. Rambutnya yang panjang dan hitam dibiarkan terurai oleh tiupan angin malam. Ia hanya duduk ditemani suaru deburan ombak dan tiupan angin malam.

Tiba-tiba ia dikejutkan oleh kedatangan seorang pemuda tampan yang telah berdiri di sampingnya. Seketika ia sadar dari lamunannya dan dengan wajah yang heran dan bingung ia menatap pemuda tersebut dengan tidak bosan-bosannya.

Pandangan yang kebingungan itu dibalas dengan senyum menawan dari sang pria. Ia menyatakan bahwa ia datang dari negeri seberang sambil menunjuk ke seberang lautan nan jauh. Karena gelapnya gadis itu tidak dapat melihat dengan jelas pulau yang ditunjuk oleh pemuda tadi.

Pertemuan itu membawa mereka berdua ke arah perkenalan bahkan sampai keambang percintaan. Walaupun baru pertama kali bertemu dengan pria itu, tapi gadis ini tidak menghiraukan apa yang akan terjadi karena hatinya begitu bergetar ketika menatap pemuda tersebut. Akhirnya mereka mulai menjalin hubungan cinta.

Mereka saling mencurahkan isi hati masing-masing, sehingga tak terasa malam pun semakin larut. Pria itu pun mohon pamit pulang ke rumahnya. Diapun mengijinkan pria itu pulang, ketika gadis itu ingin mengantarkan si pria pulang, dia dilarang sangat oleh pria itu dengan alasan ia takut gadis itu dicari oleh orang tuanya. Akhirnya sang gadis membatalkan niatnya walaupun rasa rindunya semakin membara.

Pria itupun pergi dan menghilang dibalik semak-semak tembakau. Tapi gadis itu tak menghiraukan yang sebenarnya terjadi, meskipun dalam hatinya seakan tersimpan suatu keanehan yang tak terduga. Akhirnya dia bermaksud membuktikan hal yang sebenarnya terjadi dikala dia akan bertemu dengan pria itu setiap malam Jumat pukul 24.00 di tepi pantai sesuai dengan janji si pria itu.

Sang gadis inipun berlalu dan pulang ke rumahnya dengan rasa gembira yang mengebu-ngebu. Keesokan harinya, ia menceriterakan semua itu kepada teman-temannya. Semua teman-temannya tidak percaya akan hal itu, namun karena dengan sungguh-sungguh dan serius diceriterakan, maka mereka akhirnya percaya.

Kini tiba saatnya yang kedua kali mereka bertemu. Tepatnya di malam Jumat dan pada tempat yang telah ditentukan. Pertemuan ini merupakan pertemuan yang sangat mengesankan bagi gadis itu. Karena dia merasa paling bahagia dan senang jika berada dalam pelukan si pria itu. Tak terasa merekapun akan berpisah. Di saat pria itu akan berpisah dan menjauh di balik semak belukar, sang gadis sempat mengintip apa sebenarnya yang terjadi.

Namun karena tidak diketahui oleh pria itu, akhirnya dia berhasil melihat apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata pria itu adalah seekor buaya besar. Dikala dia keluar dari sarungnya dia menjadi seorang pemuda tampan dan jika hendak pulang dia masuk ke sarungnya dan kembali menjadi buaya besar.

Sekarang terungkap sudah siapa sebenarnya pemuda itu. Dengan adanya kejadian ini, mendorong gadis itu bertekad mencuri sarung dari buaya itu dikala mereka akan bertemu pada kali yang ketiga. Karena baginya sarung itu sangat unik dan indah sekali, bahkan seumur hidup baru pernah dia melihat sarung yang begitu berkilau-kilau.

Berbekal apa yang dilihat, diapun menceriterakan kepada teman-temannya kecuali kepada ayahnya yang kejam itu. Akibatnya dari dorongan teman-temannya akhirnya ia bertekad mencuri sarung itu. Sebab bagi mereka mungkin sarung itu dapat dipakai untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit yang diderita oleh penduduk Telaga.


Dengan penuh keyakinan dan kesabaran, diapun menunggu sampai datangnya hari yang ditentukan si pria itu. Pertemuan yang ketiga kali ini disambut dengan senang hati oleh sang gadis meskipun dalam hatinya tersimpan perasaan yang mencurigakan.

Pada saat mereka berdua duduk memadu kasih, sang gadispun memohon ke belakang sebentar untuk buang air kecil. Kesempatan itu dipakainya untuk mengambil sarung itu. Akhirnya niatnya terkabul. Diapun berhasil mengambil sarung dari pria itu dan disembunyikan di dalam perahu milik ayahnya, serta ditutup dengan potongan jaring ikan yang sudah usiag agar cahaya atau sinar terang dari sarung itu tidak terlihat oleh seorangpun.

Selesai itu diapun muncul kembali dengan wajah yang ceria sekali. Kedatangannya disambut dengan senang hati oleh pria itu walaupun tersirat juga rasa curiga di dalam hati pria tersebut. Tak lama kemudian si pria itu berpamitan untuk pulang, tepatnya pukul 03.00 menjelang subuh.

Ketika wajah pria itu menghilang dari pandangan mata si gadis, diapun berlari kegirangan karena telah terpenuhi keinginannya. Sesampainya di dalam rumah tiba-tiba terdengar olehnya suara tangis yang sedih sekali, diapun keluar mencari sumber suara itu. Ternyata suara itu berasal dari buaya besar yang sedang mengaung-ngaung yang tidak lain adalah pria itu.

Suara tangisan itupun terdengar oleh seluruh penduduk negeri Telaga sehingga membangunkan mereka dari tidur. Mereka berbondong-bondong keluar dan berlari kesana-kemari sambil berteriak minta pertolongan, karena melihat air mata buaya yang keluar tak hentinya. Tak terasa air mata buaya itu makin lama makin naik sehingga perlahan-lahan tenggelamlah negeri Telaga.

Sang gadis pun turut tenggelam hanyut dibawa air walaupun dia sudah menyelamatkan dirinya diatas bukit yang tinggi. Tenggelam sudah negeri Telaga menjadi lautan luas yang biru.

Tak terasa pagi pun tiba. Kini yang terlihat hanyalah lautan kosong yang menganga yang penuh dengan sejuta misterius sehingga menimbulkan rasa takut dan ngeri yang mendalam. Akibat dari peristiwa itu, maka terbentuklah nama negeri “Telaga Tenggelam” yang dikenal sampai sekarang ini.

(Sumber: Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Maluku dan Malut)

Jumat, 16 Agustus 2013

PANDUAN SAKSI & PENGAMANAN SUARA

Definisi Saksi:
—Saksi adalah seorang atau lebih yang di amanahkan oleh partai dan atau Tim Sukses untuk mengawasi jalannya pelaksanaan pemungutan dan perhitungan suara pada masing-masing tingkatannya (TPS, PPS, PPK, KPUD,..dst) dalam Pemilu.
Urgensi Saksi: 
—Peran saksi dalam setiap Pemilu (Legislatif, Presiden, dan Kepala daerah) sangatlah penting karena saksi merupakan penjaga gawang berhasilnya proses perolehan dan pengamanan jumlah suara partai.
Tugas, Hak dan Kewajiban Saksi Dalam Tahap Pra Pemungutan Suara
1. Menyerahkan surat mandat kepada PPS.
Catatan: Harus mendapatkan tanda terima penyerahan surat mandat, serta tanda terima tersebut HARUS dibawa pada saat pemungutan suara di TPS 
2. Datang paling lambat jam 6.30 di TPS
catatan:  lebih cepat datang lebih baik, agar bisa mendapatkan tempat yang paling strategis dan paling nyaman.
3. Datang dengan membawa tanda terima surat mandat
Catatan: Apabila saksi dari pasangan lain datang dengan tidak membawa tanda terima surat mandat maka ajukan keberatan kepada KPPS dan pastikan bahwa “orang” tersebut tidak dapat menjadi saksi. 
4. Datang dengan memakai “pakaian rapi”, membawa panduan saksi dan alat-alat tulis yang diperlukan.
Tugas, Hak dan Kewajiban Saksi Dalam Tahap Pemungutan Suara
1. Mengikuti seluruh proses penghitungan dan pemungutan suara
Catatan:
Selama proses pemungutan suara, tidak ada siapapun yang boleh mengusir dan atau menyebabkan saksi kehilangan kesempatan mengikuti jalannya acara. Jika ada hajat, sholat dan sebagainya, misalnya, maka saksi meminta kepada KPPS agar proses pemungutan dan penghitungan suara harus diskors sementara.
2. Mendapatkan salinan DPT
Catatan:
Saksi harus mendapatkan salinan DPT sebelum dimulainya pemungutan suara. Saksi  HARUS mendapatkan DPT tersebut.
3. Dapat mengajukan pertanyaan atau keberatan kepada KPPS atas kasus yang terjadi
Catatan:
Dalam hal terdapat data DPT bermasalah di TPS tempat bertugas, saksi HNW-Didik harus menyampaikan keberatan atas pemilih tersebut apabila si pemilih tersebut hadir dan ingin memberikan suara. Keberatan harus diajukan dengan juga meminta agar si pemilih menunjukkan KTP dan lakukan penmgecekan apakah KTP tersebut sama dengan data pemilih. Apabila berbeda segera laporkan ke panwas. Apabila sama, maka harus dimasukkan dalam berita acara keberatan.
MOHON PERHATIAN
1. SAKSI harus memastikan tidak ada kesalahan dalam menghitung jumlah surat suara Sah, Surat suara tidak sah dan Surat Suara sisa; 
     
2. SAKSI harus dapat memastikan jumlah surat suara yang diperoleh setiap pasangan calon;
3. SAKSI harus dapat menguraikan kecurangan, kejanggalan, dan pelanggaran yang terjadi (Jika Ada),
4. SAKSI harus dapat menyebutkan ketidak-sesuaian prosedur yang terjadi  (Jika Ada),
5. SAKSI harus dapat menjabarkan dan menjelaskan serta menuliskan kronologi yang detail terhadap hal-hal di atas  (Jika Ada). (Form Pelaporan disiapkan oleh Tim Putramas Networkig) 
Tugas, wewenang, dan kewajiban KPPS  di TPS:
1. Mengumumkan dan menempelkan daftar pemilih tetap di TPS; 
2. Menyerahkan salinan daftar pemilih tetap kepada saksi Pasangan Calon yang hadir dan Pengawas Pemilu Lapangan;
3. Menindaklanjuti dengan segera temuan dan laporan yang disampaikan oleh saksi, Pengawas Pemilu lapangan, Pemantau Pemilukada, dan masyarakat pada hari pemungutan suara;
4. Membuat berita acara pemungutan dan penghitungan suara dan wajib menyerahkannya kepada saksi Pasangan Calon, Pengawas Pemilu Lapangan, dan PPK melalui PPS; 
Kode etik KPPS:
  1. Melayani Pemilih menggunakan haknya
  2. Menggunakan kewenangan berdasarkan hukum.
  3. Bersikap dan bertindak non partisan dan imparsial (tidak memihak)
  4. Bertindak transparan dan akuntabel
  5. Tidak melibatkan diri dalam konflik kepentingan.
  6. Bertindak jujur, adil dan profesional
  7. Melaksanakan administrasi pemilu yang akurat.

PELAKSANAAN PEMUNGUTAN SUARA
I. PEMBUKAAN
1.     Mengucapkan Sumpah/Janji
Setelah membuka Rapat Pemungutan Suara, Ketua KPPS memandu pengucapan sumpah/janji Anggota KPPS dan Petugas Keamanan TPS.
2.     Membuka Kotak Suara dan Memeriksa Perlengkapan Pemungutan dan Penghitungan Suara 
Setelah pengucapan sumpah/janji, Ketua KPPS:
Membuka kotak suara, mengeluarkan seluruh perlengkapan pemungutan dan penghitungan suara yang ada di dalamnya, meletakkan perlengkapan tersebut di atas meja yang telah disediakan.
3.    Memperlihatkan kotak suara kosong kepada pemilih dan saksi untuk memastikan bahwa kotak suara tersebut benar-benar kosong.
4.    Menutup kembali kotak suara, menguncinya, dan meletakkan ke atas meja yang telah disediakan.
Dibantu oleh Anggota KPPS, mengidentifi kasi dan menghitung setiap jenis dan tipe dokumen dan formulir
Menghitung Surat Suara
1. Setelah mengidentifi kasi dan menghitung dokumen dan formulir, Ketua KPPS:
Memperlihatkan kepada pemilih dan saksi, bahwa sampul yang berisi surat suara masih tersegel.
2. Dengan dibantu KPPS Ketiga, menghitung semua surat suara yang diterima, untuk memastikan apakah sudah sesuai yang tertulis di sampul. Apabila tidak sesuai dengan yang tertulis di sampul, maka harus dikoreksi sesuai dengan jumlah yang dihitung.
3. Mengumumkan jumlah surat suara, jumlah pemilih yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap dan Daftar Pemilih Tambahan di TPS.
4. Mencatat Laporan Pembukaan Kotak Suara
Setelah menghitung surat suara, Ketua KPPS mengisi FORMULIR C tentang pembukaan kotak suara dan penghitungan surat suara.
II. PEMUNGUTAN SUARA
1. Penghitungan suara dilakukan pada pukul yang ditetapkan  
catatan:
Tidak diperbolehkan penghitungan suara dilakukan sebelum jam yg ditentukan 
2. Posisi saksi diatur sehingga seluruh saksi dapat melihat dan memverifikasi proses penghitungan suara tanpa terhalangi.
Catatan:
Saksi harus dapat mengusahakan mendapat posisi dimana dapat melihat dengan nyaman.
3. KPPS menghitung surat suara yaitu:
(i) Jumlah pemilih berdasarkan DPT 
(ii) jumlah surat suara yang terpakai
(iii) jumlah surat suara yang tidak terpakai
(iv) jumlah surat suara rusak
catatan:
jalankan kesepakatan mengenai surat suara yang tidak terpakai, apakah misalnya diberi tanda agar surat suara tersebut tidak dapat dipergunakan kembali.
SURAT SUARA SAH
  • Surat suara dinyatakan sah apabila:
  • Ditandatangani oleh ketua KPPS
  • Surat suara yang dicoblos adalah surat suara yang ditetapkan oleh KPUD
  • Menggunakan alat pencoblos yang telah ditetapkan
  • Pada surat suara tidak terdapat tulisan dan atau catatan lain
  • Tanda coblos, satu atau lebih terdapat dalam kotak dan kotak nomor pasangan calon
  • Coblos tembus, asal tidak kena pasangan lain

Jika menyalahi salah satu ketentuan diatas, maka surat suara dinyatakan TIDAK SAH
Surat suara dinyatakan tidak sah jika:
1. Bukan merupakan surat suara yang telah ditetapkan KPUD (palsu), tidak ditanda tangani oleh KPPS, atau robek/ rusak .
2. Pemberian tanda centang (√), coblos atau sebutan lain di dua nama Pasangan Calon yang berbeda;
3. Surat suara dicorat-coret atau ditandatangani oleh bukan petugas KPPS;
4. sudut tanda centang (√), coblos atau sebutan lainnya diluar tanda kolom nama dan/atau nomor Pasangan Calon.  
Tugas Saksi 
1. Memastikan apakah seluruh alat-alat perlengkapan pilkada ditempatkan di paket yang benar, Apakah seluruh paket dibawa ke PPS?
2. Mengawal kotak suara sampai ke PPS (tingkat kelurahan) dan menyerahkan hasil pengamatan, pencatatan kepada Saksi di Tingkat PPS.
3. Menjelaskan kepada Saksi  di PPS mengenai pelanggaran-pelanggaran (jika ada) yang terjadi di tingkat TPS yang belum terselesaikan agar dapat dilanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.
Tugas, Hak dan Kewajiban Saksi Dalam Tingkat Kelurahan, Kecamatan, Kota/Kabupaten
1. Bagi Saksi di PPS/PPK/Kota/Kabupaten/Propinsi:
Mengikuti proses rekapitulasi suara di    Kelurahan 
       (bagi saksi PPS: UU No. 15/2011 pasal 45 huruf l)
2. Mendapatkan hasil rekapitulasi hasil suara
      (bagi saksi PPS: UU No. 15/2011 pasal 45 huruf n)
3. Mendapatkan Berita Acara Hasil Pengitungan Suara dan Sertifikat Hasil Penghitungan Suara.
Catatan 
mohon agar memperhatikan form C3.KWK.KPU mengenai keberatan saksi TPS/PPS/PPK dan jadikan sebagai bahan ditanyakan di tingkat kelurahan (PPS), Kecamatan (PPK) dan Kota/Kabupaten.
PERHATIAN…!!
Jumlah surat suara = jumlah Data Pemilih Tetap di TPS ditambah 2,5 % dari DPT;
Pemilih yang kertas Surat suaranya rusak karena salah penandaan atau cablos dapat ditukar (satu kali) ke ketua KPPS
Yang tidak boleh dilakukan selama Pemungutan suara di TPS :
  1. Berjalan-jalan di belakang bilik suara
  2. Petugas KPPS digantikan oleh orang lain di luar KPPS
  3. Membiarkan pemilih yang sudah punya tanda tinta dijarinya untuk memilih lagi
  4. Ketua KPPS tidak menandatangani seluruh surat suara yang akan digunakan di TPS
  5. Masyarakat yang sudah memilih atau yang belum mendaftar keluar masuk daerah TPS.

PENGAJUAN KELUHAN/KEBERATAN:
Saksi dapat mengajukan keluhan/keberatan dengan :
  1. Meminta pendapat kepada saksi yang lain mengenai kejadian yang dikeluhkan. Jika sepakat ada penyimpangan yang serius,maka;
  2. Melakukan interupsi kepada ketua KPPS, menjelaskan kejadian yang dikeluhkan secara rinci dan memberitahukan yang seharusnya menurut UU.
  3. Mencatat kejadian di lembar berita acara Saksi.

Rabu, 14 Agustus 2013

Dewan perwakilan rakyat daerah

Dewan perwakilan rakyat daerah (disingkat DPRD) adalah bentuk lembaga perwakilan rakyat (parlemen) daerah (provinsi/kabupaten/kota) di Indonesia yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah bersama dengan pemerintah daerah. DPRD diatur dengan undang-undang, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009
DPRD berkedudukan di setiap wilayah administratif, yaitu:
  • Dewan perwakilan rakyat daerah provinsi (DPRD provinsi), berkedudukan di ibukota provinsi.
  • Dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten (DPRD kabupaten), berkedudukan di ibukota kabupaten.
  • Dewan perwakilan rakyat daerah kota (DPRD kota), berkedudukan di kota.
DPRD merupakan mitra kerja kepala daerah (gubernur/bupati/wali kota). Sejak diberlakukannya UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, kepala daerah tidak lagi bertanggung jawab kepada DPRD, karena dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah.
DPRD memiliki fungsi :
  • legislasi,berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah
  • anggaran,Kewenangan dalam hal anggaran daerah (APBD)
  • pengawasan,Kewenangan mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah
Tugas dan wewenang DPRD adalah:
  • Membentuk peraturan daerah bersama kepala daerah.
  • Membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang diajukan oleh kepala daerah.
  • Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan APBD.
  • Mengusulkan:
    • Untuk DPRD provinsi, pengangkatan/pemberhentian gubernur/wakil gubernur kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan/pemberhentian.
    • Untuk DPRD kabupaten, pengangkatan/pemberhentian bupati/wakil bupati kepada Gubernur melalui Menteri Dalam Negeri.
    • Untuk DPRD kota, pengangkatan/pemberhentian wali kota/wakil wali kota kepada Gubernur melalui Menteri Dalam Negeri.
  • Memilih wakil kepala daerah (wakil gubernur/wakil bupati/wakil wali kota) dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah.
  • Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah daerah terhadap rencana perjanjian internasional di daerah.
  • Memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama internasional yang dilakukan oleh pemerintah daerah.
  • Meminta laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.
  • Memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama dengan daerah lain atau dengan pihak ketiga yang membebani masyarakat dan daerah.
  • Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.
DPRD memiliki hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan pendapat. Anggota DPRD memiliki hak mengajukan rancangan peraturan daerah, mengajukan pertanyaan, menyampaikan usul dan pendapat, memilih dan dipilih, membela diri, imunitas, mengikuti orientasi dan pendalaman tugas, protokoler, serta keuangan dan administratif.
DPRD berhak meminta pejabat negara tingkat daerah, pejabat pemerintah daerah, badan hukum, atau warga masyarakat untuk memberikan keterangan. Jika permintaan ini tidak dipatuhi, maka dapat dikenakan panggilan paksa (sesuai dengan peraturan perundang-undangan). Jika panggilan paksa ini tidak dipenuhi tanpa alasan yang sah, yang bersangkutan dapat disandera paling lama 15 hari (sesuai dengan peraturan perundang-undangan).

Keanggotaan

Anggota DPRD merupakan anggota partai politik peserta pemilihan umum yang dipilih berdasarkan hasil pemilihan umum. Jumlah anggota DPRD adalah sebagai berikut:
  • Untuk DPRD provinsi, berjumlah antara 35-100 orang.
  • Untuk DPRD kabupaten/kota, berjumlah antara 20-50 orang.
Keanggotaan DPRD provinsi diresmikan dengan keputusan menteri dalam negeri sedangkan untuk DPRD kabupaten/kota diresmikan dengan keputusan gubernur. Masa jabatan anggota DPRD adalah 5 tahun dan berakhir bersamaan pada saat anggota DPRD yang baru mengucapkan sumpah/janji.

Alat kelengkapan dan sekretariat

Alat kelengkapan DPRD terdiri atas pimpinan, badan musyawarah, komisi, badan legislasi daerah, badan anggaran, badan kehormatan, dan alat kelengkapan lain yang diperlukan dan dibentuk oleh rapat paripurna.
Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas DPRD, dibentuk sekretariat DPRD yang personelnya terdiri atas pegawai negeri sipil. Sekretariat DPRD adalah penyelenggara administrasi kesekretariatan, administrasi keuangan, pendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD, dan bertugas menyediakan serta mengoordinasikan tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Sekretariat DPRD dipimpin seorang sekretaris DPRD yang diangkat oleh kepala daerah atas usul pimpinan DPRD. Sekretaris DPRD secara teknis operasional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada pimpinan DPRD dan secara administratif bertanggung jawab kepada kepala daerah melalui sekretaris daerah. Fungsi sekretariat DPRD adalah sebagai berikut:
  • Penyelenggaraan administrasi kesekretariatan DPRD.
  • Penyelenggaraan administrasi keuangan DPRD.
  • Penyelenggaraan rapat-rapat DPRD.
  • Penyediaan dan pengoordinasian tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD.
Untuk meningkatkan kinerja lembaga dan membantu pelaksanaan fungsi dan tugas DPRD secara profesional, dapat diangkat sejumlah pakar/ahli sesuai dengan kebutuhan. Para pakar/ahli tersebut berada di bawah koordinasi sekretariat DPRD.

Kekebalan hukum

Anggota DPRD tidak dapat dituntut di hadapan pengadilan karena pernyataan, pertanyaan/pendapat yang dikemukakan secara lisan ataupun tertulis dalam rapat-rapat DPRD, sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan tata tertib dan kode etik masing-masing lembaga. Ketentuan tersebut tidak berlaku jika anggota yang bersangkutan mengumumkan materi yang telah disepakati dalam rapat tertutup untuk dirahasiakan atau hal-hal mengenai pengumuman rahasia negara.

Penyidikan

Jika anggota DPRD diduga melakukan perbuatan pidana, pemanggilan, permintaan keterangan, dan penyidikannya harus mendapat persetujuan tertulis dari Mendagri atas nama Presiden. Ketentuan ini berlaku apabila anggota DPRD melakukan tindak pidana korupsi dan terorisme serta tertangkap tangan (seperti tindak pidana penyalahgunaan narkoba).